Semua ingin bahagia,
Tanpa terkecuali, sebagian orang menikah merupakan kebahagiaan untuk mereka, sebagian lagi hidup dengan kaya raya adalah kebahagiaan.
Tapi saya berbahagia ketika mendengar suara Beliau diseberang sana baik2 saja, wajah tak dapat bertatap, tangan tak dapat berjabat. Hanya suara yang terdengar, pilu memang, tapi saya bahagia karenanya.
Berbahagialah Kalian yang bisa selalu berada disamping beliau, manfaatkanlah waktu kalian untuk selalu membuatnya tersenyum. Sepele memang, tapi penyesalan selalu datang di akhir, berikan yang terbaik yang bisa kalian berikan.
Khilaf kita kadang membuat beliau sakit karenanya, hati ini kadang tak ingin menyakitinya tapi lisan dari lidah yang bertulang mampu bertolak dari hati yang tak mau menyakiti.
Sepanjang hidup ini akan terus mendoakan beliau, doa ku tak pernah putus untuk kalian Mama dan Papa. Tak ada yang tau kapan kita akan dipanggil sang Maha. Mungkin kita dahulu yang akan meninggalkannya namun Beliau menjadi terbaik bagian dalam hidup kita.
Lidah ini kelu untuk mengungkapkan betapa berharganya Beliau, tapi tulisan ini menjadi saksi betapa saya tak mampu menepis hembusan kasih sayang Beliau.
Waktu memang tak terbatas tapi waktu kita terbatas, lakukan apa yang bisa kita lakukan karena waktu tak kan pernah kembali.

0 komentar:
Posting Komentar